GT-PPC19 Tapteng Kembali Umumkan Satu Warga Tapteng Positif Covid-19 Hasil RT-PCR, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani Terjun Langsung Untuk Proses Isolasi

GT-PPC19 Tapteng Kembali Umumkan Satu Warga Tapteng Positif Covid-19 Hasil RT-PCR, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani Terjun Langsung Untuk Proses Isolasi



PANDAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapanuli Tengah (GT-PPC 19 Tapteng) kembali umumkan satu orang warga Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes RT-PCR dan dikuatkan dengan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor: 443.33/8847.22/DINKES/VII/2020 Tanggal 17 Juli 2020. Pada surat itu disebutkan bahwa seorang warga Tapteng, inisial US (73 tahun), laki-laki, warga Tapteng dinyatakan Positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel Covid-19 di Laboratorium Mikrobiologi dan Biomolukuler Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital pada tanggal 16 Juli 2020 yang lalu.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani selaku Ketua GT-PPC19 Tapteng, khususnya kepada Keluarga Pasien Positif Covid-19 warga Kecamatan Pandan yang saat itu menolak untuk dilakukan isolasi pada Sabtu, (18/07/2020) malam di Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Tapteng.

“Kita sampaikan bahwa kami tidak pernah mengeluarkan hasil positif atau pun negatif (Covid-19-red) warga Tapanuli Tengah. Itu, Rumah Sakit kita (RSUD Pandan-red) bukan rumah sakit rujukan Sumatera Utara. Pasien Positif Covid-19 itu ditetapkan berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor 443.33/8847.22/DINKES/VII/2020 Tanggal 17 Juli 2020, Sifat: Penting, Hal: Hasil Pemeriksaan Sampel Covid-19. Kepada Yth. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah. Sehubungan dengan data yang kami terima dari Laboratorium Mikrobiologi dan Biomolekuler Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital tanggal 16 Juli 2020, Hal: Hasil Pemeriksaan Sampel Covid-19. Berdasarkan hal dimaksud kami sampaikan bahwa Hasil Pemeriksaan Sampel Covid-19 dengan metoda RT-PCR pada kasus Suspek/Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala/Kontak Erat/Kasus Konfirmasi di wilayah kerja yang Saudara pimpin, sebagai bahan pengambilan tindakan medis dan/atau contact tracing, dengan rincian, inisial US (73 tahun), jenis kelamin laki-laki, tanggal ambil sampel 10 Juli 2020, tanggal terima hasil 14 Juli 2020, hasil Laboratorium RT-PCR SARS CoV-2 adalah Positif Covid-19.

Bupati Tapanuli Tengah menyebutkan bahwa Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. H. Alwi Mujahit Hasibuan, M.Kes dan surat tersebut ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Utara, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Pasien berdomisili.

“Jadi, saya sampaikan tadi ada siaran langsung yang seolah-olah ini kita yang buat. Ini dibuat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Jadi jangan ada penggalangan opini di masyarakat Tapanuli Tengah. Saya pertaruhkan jabatan saya demi masyarakat Tapanuli Tengah. Jangankan jabatan, apapun akan saya pertaruhkan. Jadi, jangan coba-coba main-main. Jangan ada provokator-provokator disini. Apalagi yang bukan warga Kabupaten Tapanuli Tengah. Saya minta Polisi tindak tegas siapa provokatornya. Ini menyangkut nyawa,” tegas Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bupati juga menjelaskan alasan dirinya langsung turun ke lokasi tempat tinggal Pasien Covid-19 itu untuk mengkomunikasikan pentingnya isolasi dilakukan kepada Pasien Positif Covid-19 dan yang kontak erat dengan pasien tersebut. 

“Saya yakin, keluarga (Pasien Positif Covid-19-red) akan memberikan saudara kita, orang tua kita itu untuk dirawat. Ini menyangkut nyawa. Saya turun langsung kesini karena ini menyangkut masyarakat Tapanuli Tengah. Warga sekitar sudah keberatan. Saya sudah komunikasi (dengan keluarga pasien-red), alhamdulillah bisa kita bawa untuk isolasi. Terima kasih,” kata Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Ada Orang Tanpa Gejala (OTG), bukan harus punya gejala. Kita bukan dokter, bukan ahlinya, kalau bukan ahlinya, jangan bicara sembarangan. Ini akibat ada yang memprovokasi oleh para provokator yang sengaja menyebarkan isu. Gak ada urusan kita menetapkan pasien mengatakan Positif Covid-19 atau tidak. Itu rumah sakit yang ditunjuk Pemerintah. Yang ada, kita rugi kalo ada masyarakat kita yang kena Covid-19. Kita pengen Covid ini cepat berlalu. Dulunya kita zona hijau, sekarang sudah seperti ini, mau apa lagi. Mari kita berusaha bersama-sama putus mata rantai Covid ini. Saya akan cek nanti, saya akan rapat tim. Keluarga di rumah yang bersangkutan juga akan dirapid test. Pasien ini saya pastikan diisolasi,” ungkap Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bupati Tapanuli Tengah juga mengingatkan warga agar jangan memprovokasi terkait hal Covid-19. Keselamatan pasien, keluarga, dan masyarakat yang utama makanya dilakukan penanganan termasuk isolasi ketat. Tim Gugus Tugas Covid-19 Tapteng telah bekerja, semua punya potensi kena Covid-19 karena pandemi Covid-19 ini tidak pandang bulu, tidak pandang jabatan atau profesi. Bupati Tapanuli Tengah mengingatkan warga agar selalu mentaati protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tapteng.

Turut  mendampingi Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, yaitu Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Tapteng, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Tapteng, Camat Pandan dan Forkopimka Pandan, Lurah Sibuluan Indah, Kepala Puskesmas Pandan, Tenaga Kesehatan Tapteng, dan jajaran instansi lainnya.

Adapun kronologis Pasien Positif Covid-19 inisial US, yaitu pada Jumat 10 Juli 2020 pukul 10.30 WIB, Pasien datang ke RSUD Pandan dengan keluhan luka yang berisi nanah pada perut sebelah kanan yang sudah dialami selama 3 hari. Awalnya sebesar kelereng dan semakin membesar seperti telur puyuh, 3 hari pecah berisi nanah. Pasien akan ditangani dr. Sp. Bedah, tetapi sebelumnya dilakukan Rapid Tes SARS CoV-2 dengan hasil Reaktif. Riwayat bepergian Pasien  hanya sekitar Pandan dan Sibolga. Kepada pasien dilakukan diagnosa dan pencatatan riwayat penyakitnya. Karena hasil rapid tes Reaktif maka Pasien diisolasi ke RSUD Pandan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan, tapi pasien menolak. Pasien minta PAPS (Pulang Atas Permintaan Sendiri), tapi sebelum pulang pada pasien dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan RT-PCR pada 10 Juli 2020. Selanjutnya, Pasien dinyatakan Positif Covid-19 berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor 443.33/8847.22/DINKES/VII/2020 Tanggal 17 Juli 2020.

Setelah Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani turun langsung berkomunikasi dengan keluarga US Pasien Positif Covid-19 itu akhirnya dibawa ke RSUD Pandan untuk diisolasi pada Minggu (19/07/2020) dini hari.

Saat ini, Positif Covid-19 di Tapteng sebanyak 6 orang, yaitu 4 orang dalam perawatan/isolasi, 1 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, dan 1 orang meninggal.